//
you're reading...
Uncategorized

IDENTIFIKASI ANAK KEBUTUHAN KHUSUS.

 

Disampaikan pada Pelatihan

Pengelola  PAUD

Se Sumatera Barat

Hotel BASKO Padang ,17 April 2011

 

 

A. Latar Belakang

Kita sebagai pengelola, kadang-kadang lupa membimbing pendidik PAUD  mengungkap kemampuan anak  sebelum memberikan pelayanan pendidikan padanya. Banyak alasan yang dikemukakan, salah satu diantaranya “Untuk apa  identifikasi  dilakukan, tidak ada pengaruhnya dalam proses belajar mengajar, malahan merepotkan (alasan ini hanya kasus). Pandangan  ini tentu keliru karena dengan melaksanakan asesmen , program yang kita buat sangat menunjang bagi perkembangan siswa kita selanjutnya. Keterampilan mengasesmen sudah seharusnya dimiliki oleh setiap guru, agar dalam memberikan pelayanan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa tersebut.

Di negara Barat, salah satu syarat untuk memperoleh sertifikat sebagai guru harus memiliki keterampilan mengasesmen siswa. Bagaimana di negara kita? Saat ini, di sini  kita baru melangkah untuk  memulainya. Termasuk workshop yang kita lakukan saat ini adalah untuk menuju hal tersebut, Insya Allah.

Di antara kita, terkadang masih ada pendapat yang berbeda tentang asesmen ini. Ada yang mengatakan asesmen itu sama dengan evaluasi. Lalu, Apakah benar asesmen itu sama dengan evaluasi? Untuk mengetahui jawabannya, kita dapat melihat perbedaan dari tujuan masing-masing. Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui prestasi siswa, menempatkan siswa dan melaporkan hasilnya kepada orang tua siswa. Sedangkan Asesmen (Assesment), bermaksud untuk mengungkap kemampuan siswa, termasuk di dalamnya kelebihan dan kekurangannya. Berdasarkan pada hasil asesmen ini disusunlah program pembelajaran pada masing – masing individu (siswa berkebutuhan khusus).

 

B  Identifikasi dan Asesmen

Identifikasi merupakan kegiatan awal  yang mendahului asesmen. Hubungan antara identifikasi dengan dan asesmen sangat erat, sebab kegiatan asesmen baru dapat dilakukan setelah adanya identifikasi. Dengan demikian antara identifikasi dan asesmen suatu mata rantai dari proses penanganan anak berkebutuhan khusus maupun berkesulitan belajar. (Lewis dan Doorlag (1987) dan McLoughlin dan Lewis (1981))

Dalam bahasa sehari – hari kegiatan identifikasi sering disebut sebagai kegiatan penjaringan, sedangkan asesmen disebut penyaringan.

Dalam buku yang diterbitkan IDPnorway menyebutkan, bahwa asesmen adalah proses pengamatan dan pengumpulan informasi dalam rangka pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil asesmen, strategi pembelajaran yang baru dan sesuai dapat dirancang dengan tepat untuk siswa. Asesmen harus mampu menjabarkan hasil belajar; yaitu seberapa jauh  peserta didik berhasil dalam mengembangkan serangkaian keterampilan, pengetahuan, dan perilaku selama pembelajaran.

Sebelum mengasesmen, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apakah seorang anak tergolong anak berkebutuhan khusus atau tidak. Hal ini dapat diketahui dengan menggunakan alat. Alat tersebut dapat berupa daftar pernyataan yang berisi gejala – gejala yang nampak untuk setiap jenis kelainan  (lihat lampiran: alat identifikasi untuk anak berkebutuhan khusus ). Dengan  alat  identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seorang anak termasuk anak berkebutuhan khusus atau bukan. Tentu saja alat ini masih bersifat sederhana, baru sebatas melihat gejala-gejala fisik yang nampak. Sedangkan untuk mendiagnosis yang sesungguhnya secara akurat, dibutuhkan tenaga profesional yang berwenang untuk itu. Seperti dokter, psikolog, orthopedagog, dan sebagainya. Alat identifikasi ini dapat digunakan oleh orang-orang yang dekat dengan anak, seperti guru, orang tua, dan pengasuh. Baik anak yang bersekolah maupun yang tidak bersekolah.

C. Ruang lingkup ( cakupan)  Asesmen

Di negara- negara berkembang, termasuk salah satunya di Indonesia, umumnya kita baru mengasesmen  anak berkebutuhan khusus, jika muncul kebutuhan untuk itu. Misalnya ketika anak baru masuk sekolah Atau jika terdapat gejala kesulitan tertentu.

Adapun ruang lingkup Asesmen itu mencakup:

  1. Asesmen Sensorik dan Motorik

Asesmen sensorik terutama untuk mengetahui gangguan penglihatan dan pendengaran, sedangkan asesmen motorik  untuk mengetahui gangguan motorik kasar maupun halus yang dapat menghambat perkembangan selanjutnya.

 

      2.    Asesmen Psikologik, Emosi dan Sosial.

Asesmen psikologik dapat digunakan  untuk mengetahui potensi intelektual dan kepribadian anak, juga untuk mengetahui tingkat emosi  dan sosial anak.

3.    Asesmen Akademik.

Asesmen akademik sekurang-kurangnya meliputi kemampuan membaca,  menulis dan berhitung (matematika).

 

D. Penyusunan Instrumen Asesmen

Ada dua cara (teknik) yang biasa dilakukan oleh guru dalam melakukan  asesmen, yakni dengan tes dan non tes. Instrumen tes yang dipakai di sekolah kebanyakan disusun oleh guru sendiri. Ada juga instrumen tes yang sudah baku dan terstandar, tetapi di negara kita instrumen yang sudah baku dan standar ini masih sangat terbatas. Demikian juga dengan teknik non tes misalnya wawancara, observasi, portofolio, dokumentasi dan lain-lain. instrumen yang akan dipergunakan  juga disusun oleh kita sendiri, sebab alat tes yang akurat untuk mengungkap individu secara spesifik belum ditemukan. Instrumen observasi ada yang berbentuk  terstruktur (sudah disediakan jawabannya) dan ada yang bersifat terbuka.

Hasil asesmen sangat tergantung pada instrumen  yang dipergunakan. Instrumen yang tepat, jelas,  dan mengungkap unsur-unsur  yang dikehendaki  harus dipersiapkan sebaik mungkin. Sebelum  menyusun sebuah instrumen kita harus mempersiapkan:

1.   Menetapkan dan merumuskan tujuan melakukan asesmen.

Sebagai contoh, kita mendapati kasus seorang siswa berkesulitan belajar Bahasa di Sekolah Dasar, dimana hasil ulangan-ulangannya dalam Bahasa Indonesia, sangat buruk dan setiap berurusan dengan bacaan kelihatan siswa ini tidak antusias, namun kemampuan berhitungnya bagus. Maka kita menetapkan asesmen yang akan kita lakukan adalah asesmen keterampilan membaca.

Contoh lain, setelah  diadakan identifikasi secara fisik, ternyata seorang anak tergolong tunagrahita. Tetapi kita belum mengetahui kemampuan dasar anak secara umum, maka kita perlu mengadakan asesmen kemampuan dasar siswa terlebih dahulu. Tujuan kita adalah untuk mengetahui kemampuan dasar siswa.

 

 

2)    Menetapkan kemampuan yang akan diasesmen.

Dari kasus di atas, kita menetapkan kemampuan yang akan diasesmen adalah keterampilan membaca bagi anak siswa berkesulitan belajar Bahasa Indonesia, dan asesmen kemampuan dasar umum bagi anak yang tergolong tunagrahita.

3)    Menetapkan dan menyusun instrumen yang akan kita gunakan.

Sebelum menetapkan dan menyusun instrumen yang digunakan dalam keterampilan membaca, tentu kita harus mengetahui  terlebih dahulu unsur-unsur (ruang lingkup) yang ada dalam membaca. Kemampuan manakah yang belum mampu dikuasainya? Apakah  ketepatan membacanya atau pemahaman terhadap isi bacaan.

Demikian pula unsur-unsur yang harus dipahami dalam mengungkap kemampuan dasar umum, seperti kemampuan sensorik , motorik ,  sosial, bahasa- bicara, dan lain-lain.

Setelah insrumen tersusun, akan lebih baik jika instrumen yang sudah tersusun itu dikaji lagi bersama-sama teman sejawat, agar diperoleh instrumen yang lebih baik.

E. Pelaksanaan dan Analisis Hasil Asesmen

Prosedur pelaksanaan asesmen disesuaikan dengan alat asesmen yang telah dikembangkan. Misalya, untuk melakukan tes, haruslah disiapkan waktu yang tepat, dan lama tes disesuaikan dengan kemampuan siswa. Untuk siswa kelas satu SD waktu tes tidak lebih dari 30 menit. Sebab bila lebih dari 30 menit dikhawatirkan perhatian siswa tidak terpusat lagi, sehingga hasil tes mungkin tidak akan dapat memberikan informasi yang akurat tentang kemampuan siswa.

Berbeda halnya dengan asesmen melalui tes,  asesmen melalui observasi memerlukan kemampuan dan kecermatan yang tinggi. Karena observasi bukan hanya menanti perilaku murid yang harus direkam, tetapi merupakan satu keterampilanyang memerlukan latihan khusus untuk melakukannya. Observasi tidak memerlukan waktu yang banyak.  Satu kali observasi cukup dilakukan beberapa menit saja, namun perlu dilakukan terus- menerus dalam kurun waktu tertentu, misalnya satu minggu.Observasi yang dilakukan secara hati-hati dapat memberikan informasi yang valid.

F. Contoh Instrumen Identifikasi dan Asesmen serta Analisis Hasil asesmen.

Dengan pertimbangan berbagai hal, Berikut  ini diberikan beberapa contoh alat identifikasi dan asesmen kemampuan dasar umum serta analisisnya.

ASESMEN KEMAMPUAN DASAR UMUM

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

 

NO

INDIKATOR KEMAMPUAN

NS

HASIL PENILAIAN

Ke I Ke II Ke III Ke IV
I SENSORI MOTOR 100        
             
A Pendengaran          
1 Memutar kepala ke arah bunyi 3        
2 Menjawab kalau dipanggil 3        
3 Membedakan dua macam bunyi 2        
4 Membedakan bunyi berdasarkan volume 2        
5 Membedakan tinggi-rendah bunyi 1        
  Jumlah 11        
             
B Perabaan          
1 Membedakan berat ringan suatu benda 4        
2 Membedakan kasar-halus 3        
3 Membedakan keras-lembut 2        
4 Membedakan panas –dingin 1        
5 Membedakan bemacam bentuk melalui perabaan 1        
  Jumlah 11        
             
C Pengamatan          
1 Membedakan dua warna 5        
2 Menyortir empat warna 4        
3 Menyortir lima warna 4        
4 Menyortir dua bentuk 3        
5 Menyortir empat bentuk 3        
6 Membedakan macam-macam bentuk 2        
7 Membedakan bentuk besar kecil 2        
8 Membedakan benda paling besar – paling kecil dari sekelompok bentuk 1        
9 Menaruh benda secara berurutan menurut besarnya 1        
10 Mengurutkan benda menurut panjangnya 1        
  Jumlah 26        
             
D Pemahaman /Pengertian          
1 Urutan, merah-putih, merah-putih 5        
2 Deret, besar-kecil, besar-kecil 4        
3 Deret, bundar-segi empat, bundar-segi empat 3        
4 Deret, 2 besar-1 kecil, 2 besar-1 kecil 2        
5 Menyortir benda sejenis 2        
6 Menyortir benda menurut fungsinya 2        
7 Puzzle sederhana 3 bagian 1        
8 Puzzle lebih dari 3 bagian 1        
  Jumlah 20        
             
E Koordinasi Mata – Tangan          
1 Melempar sak kecil kecil ke dalam kotak 4        
2 Menangkap- melempar bola kecil 4        
3 Menghubungkan dua titik dengan pensil 3        
4 Memegang benda sesuai dengan bentuknya 1        
5 Memegang benda diantara ibu jari dan telunjuk 1        
6 Dapat memegang benda kecil (1/2 cm) 1        
  Jumlah 14        
             
F Koordinasi Mata – Kaki          
1 Berjalan mengikuti satu garis lurus 4        
2 Menendang bola ke arah satu arah 3        
3 Berjalan di atas balok kayu 3        
4 Meloncat tali 2        
5 Berjalan menurut pola / tanda 2        
6 Bisa berhenti atas perintah “stop” 1        
7 Hentak kaki sesuai dengan tepuk tangan 1        
8 Bisa meniru gerakan tangan tester 2        
9 Bisa meniru gerakan kaki tester 1        
  Jumlah 19        
             
             
II SOSIAL          
A Sosial Reseptif          
1 Dapat menatap muka tester 3        
2 Membalas senyum tester 3        
3 Tersenyum spontan kepada yang baru dikenal 2        
4 Marah bila mainannya diambil 2        
5 Mengikuti rangsangan dengan matanya 1        
  Jumlah 11        
B Sosial Ekspresif          
1 Mengambil benda yang diminta 3        
2 Bisa disuruh memberikan sesuatu kepada orang lain 2        
3 Memperkenalkan diri 2        
4 Mengucapkan terima kasih bila diberi sesuatu/ ditolong 2        
5 Suka menolong teman 2        
  Jumlah 10        
             
C Sosial Motorik          
1 Mau bermain bola dengan tester 3        
2 Menyatakan keinginan tanpa menangis 2        
3 Dapat menggunakan sendok / pensil 3        
4 Membantu pekerjaan tester 2        
5 Mengetuk pintu / permisi kalau mau masuk ruangan 1        
  Jumlah 10        
             
III BAHASA BICARA          
A Bahasa Pasif          
1 Bereaksi bila namanya dipanggil 4        
2 Menunjuk benda/ gambar yang diminta tester 3        
3 Menuruti perintah-perintah sederhana 2        
4 Tertawa/ senyum apabila senang/ gembira 1        
5 Menunjuk benda/ mainan yang diinginkan. 1        
  Jumlah 12        
             
B Bicara          
1 Dapat mengucapkan benda/gambar yang diminta 4        
2 Dapat mengucapkan terima kasih 3        
3 Menyebut nama sendiri 2        
4 Menjawab pertanyaan sederhana 1        
5 Dapat mengucapkan kata “papa, mama, makan, minum 2        
  Jumlah 12        
             
C Bahasa Sosial          
1 Dapat menyebut nama-nama keluarga terdekat 4        
2 Dapat menyebut nama benda yang ada di lingkungan rumah 4        
3 Dapat menyebut nama-nama tetangga 2        
4 Dapat menyebut alamat rumah sendiri 1        
5 Dapat memperkenalkan diri kepada orang lain 1        
  Jumlah 12        
             
D Bahasa Serial          
1 Dapat menyebut nama-nama hari dalam seminggu 4        
2 Dapat mengucapkan bilangan 1 – 10 4        
3 Dapat menyebut nama-nama anggota badan 2        
4 Dapat menyebut nama –nama benda/ barang yang dipakainya 1        
5 Dapat menyanyikan lagu sederhana 1        
  Jumlah 12        
             
E Bicara          
1 Dapat mengucapkan satu lambang kata untuk macam-macam makna / arti 2        
2 Dapat mengucapkan beberaka kata untuk beberapa makna 3        
3 Dapat mengucapkan kata-kata lebih dari satu suku kata 2        
4 Dapat mengucapkan beberapa konsonan diantara dua vocal 2        
5 Dapat mengucapkan beberap konsonan dengan baik 2        
6 Dapat menyusun kata-kata membentuk  kalimat 2        
7 Dapat berbicara dengan susunan kalimat yang baik 1        
8 Artikulasi dalam pengucapan cukup baik 1        
9 Suara dalam bicara cukup baik 1        
  Jumlah 16        
             
IV MOTORIK          
A Motorik Kasar          
1 Telungkup dengan kepala diangkat 10        
2 Telungkup deengan dada ditahan oleh kedua tangan 10        
3 Duduk dengan kepala tegak dan tidak goyang 8        
4 Dapat membalikkan badan 6        
5 Bangkit, duduk dengan kepala tegak 5        
6 Duduk tanpa pegangan 4        
7 Berdiri dengan berpegangan 4        
8 Dapat berdiri sendiri dengan baik 5        
9 Berjalan dengan baik 4        
10 Dapat naik tangga 3        
11 Dapat menendang bola 3        
12 Dapat melempar bola 1        
13 Dapat loncat ditempat 1        
14 Memukul dan menangkap bola 1        
  Jumlah 70        
             
B Motorik Halus          
1 Pandangan mata mengikuti benda yang bergerak 10        
2 Dapat memegang kerincingan 9        
3 Dapat menjulurkan tangan ntuk mengambil sesuatu 8        
4 Melihat dan memperhatikan manik-manik yang ada di depannya 7        
5 Dapat memperhatikan suatu benda / mainan 7        
6 Dapat mengambil mute-mute 7        
7 Dapat memindahkan balok dari satu tangan ke tangan lain 6        
8 Dapat memegang jempol dengan keempat jari-jari tangan 6        
9 Memegang benda dengan jempol dan telunjuk 5        
10 Mencoret sendiri 5        
11 Membangun menara dengan dua kubus / balok 4        
12 Membangun menara dengan lima kubus / balok 4        
13 Menghubungkan dua titik menjadi garis 4        
14 Meniru membuat garis vertikal 3        
15 Menirukan membuat bentuk lingkaran / bulatan 2        
16 Meniru membuat tanda “ + “ 3        
17 Membuat segi empat 2        
18 Membuat gambar orang dengan tiga bagian 1        
19 Menirukan membuat bermacam-macam bentuk 1        
20 Menggambar orang dengan enam bagian 1        
  Jumlah 95        

Padang, ………………………

Tester,

_________________________

Catatan:

 

Tes ke 1 dilaksanakan tanggal : ………………………………………

 

Tes ke 2 dilaksanakan tanggal : ………………………………………

 

Tes ke 3 dilaksanakan tanggal : ………………………………………

 

Tes ke 4 dilaksanakan tanggal : ………………………………………

 

 

Catatan Khusus :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS HASIL ASESMEN

 

 

 

NO

INDIKATOR KEMAMPUAN

NS

HASIL PENILAIAN
Ke

1

Ke 2 Ke 3 Ke 4
I SENSORI MOTOR          
A Pendengaran 11        
B Perabaan 11        
C Penglihatan 26        
D Pengertian / Pemahaman 20        
E Koordinasi mata – tangan 14        
F Koordinasi mata – kaki 19        
  Jumlah 100        
             
II PERKEMBANGAN SOSIAL          
A Sosial reseptif 11        
B Sosial ekspresif 10        
C Sosial motoris 10        
  Jumlah 28        
             
III BAHASA BICARA          
A Bahasa pasif 12        
B Bahasa aktif 12        
C Bahasa social 12        
D Bahasa serial 12        
E Bicara 16        
  Jumlah 64        
             
IV MOTORIK          
A Motorik kasar 70        
B Motorik halus 95        
  Jumlah 165        
             
  Jumlah total 360        

 

Kesimpulan : ………………………………..

 

 

 

Program Pengembangan: ………………………..

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS HASIL TES

 

            Analisis hasil tes dirumuskan dengan menggunakan rentangan angka, dengan tujuan agar pola standar penilaian menggunakan nilai yang kuantitatif sehingga hasilnya objektif, artinya perolehan nilai salah satu instrumen di suatu tempat mempunyai makna sama di tempat lain. Dengan demikian klien tidak perlu dites ulang apabila rentangan waktunya belum lebih dari satu tahun, atau minimal enam bulan.       Angka hasil rekapitulasi hasil tes dari berbagai kemampuan merupakan kesimpulan yang kemudian dihitung dan dianalisis selanjutnya ditetapkan diagnosa kemampuan klien.

Nilai masing-masing item indikator ditetapkan dengn angka yang berbeda sesuai dengan bobot indikator tugas tumbuh kembang individu, bobot nilai diberikan lebih tinggi apabila indikator tugas tumbuh kembang yang diharapkan adalah “konsep dasr tumbuh kembang”.

Nilai Standar (NS) adalah nilai yang dianggap optimal untuk suatu option test (indikator tugas). Demikian juga dalam jumlah nilai standar  untuk setiap materi tes tidak sama, hal ini didasarkan pada penyebaran materi yang dianggap mewakili bidang-bidang kemampuan yang dinilai.

 

Contoh Penilaian

A. Bidang sensori motor.

1.Kemampuan Pendengaran (NS = 11) terdiri dari 5 item.

a. Apabila klien mampu melaksanakan tugas dari item 1 s/d 5, maka ia akan   mendapatkan nilai 11. Kesimpulan : Kemampuan mendengan klien “baik”. (100%)

b. Apabila klien hanya mampu melaksanakan tugas 2 item (no 1 dan 2) maka nilai yang diperoleh adalah 6. Maka kemapuan mendengarnya 2/5 X 11 X 100 = 44 % “kurang”

c. Apabila hasil tes kurang dari nilai standar (NS) maka klien perlu mendaopat latihan bidang mendengar, melalui Bina Persepsi Bunyi dan Irama sesuai dengan item yang belum dilaksanakan yaitu item no 3, 4 dan 5 (56%)

d. Tindak lanjut dari hasil tes yang diperoleh,  program latihan mendengar yang dapat disusun  dengan sub pokok bahasan:

1. item nomor 3 , membedakan macam-macam bunyi

2. item nomor 4, membedakan volume suara

3. item nomor 5, membedakan tinggi rendah suara.

e. Untuk melengkapi data penunjang, maka klien kita kirim ke dokter spesialis THT, untuk meminta pemeriksaan telinga dan pengukuran decibelnya (dB) melalui audiometer.

Selanjutnya kita menganalisis hasil tes sensori motor secara keseluruhan dengan nilai standar (NS) = 100, yang terdiri dari 6 Bidang kemampuan.  (pendengaran, perabaan, penglihatan, pemahaman, koordinasi mata – tangan, koordinasi mata – kaki).

Untuk Bidang Sensori motor, Apabila klien hanya mencapai total 65, maka dapat disimpulkan  kemampuan dasar sensomotoris klien  yaitu                           65/100 X 100 % = 65   atau “ kurang” . Klien masih membutuhkan layanan latihan sensori motor dengan bobot materi 35 % . Untuk membuat program kita kembali melihat item-item tes yang belum dapat dilaksanakan. Demikian seterusnya untuk bidang-bidang sosial,  komunikasi dan bahasa serta kemampuan motorik.

 

 

ASESMEN / DIAGNOSIS

Agar nilai –nilai secara keseluruhan lebih bermakna, maka perlu pengolahan guna menetapkan sesmen / diagnosis  gangguan yang dialami anak. Hal ini sangat diperlukan untuk dijadikan pedoman pengelompokan kemampuan . Apakah termasuk mempunyai kemampuan tinggi,  lambat belajar, mampu didik,  mampu latih  atau hanya bisa dirawat.

Lebih spesifik dapat ditemukan jenis gangguan yang dialami,  apakah ada gangguan pendengaran, penglihatan, intelektual, komunikasi dan bahasa. Koordinasi  dan sensomotorik, mobilitas,  atau mengalami gangguan perilaku.

Untuk menganalisa secara keseluruhan  dari instrumen tes kemampuan dasar anak  sampai menetapkan suatu asesmen  / diagnosa adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah nilai Standar Tes  = 360

1. NS Sensorimotor                            = 100

2. NS Sosial                                        = 31

3. NS Komunikasi dan Bahasa           = 64

4. NS Motorik                                     = 165

Jumlah Nilai Standar Tes (NST)    = 360

Jumlah nilai rata-rata (NR2) adalah 90.  Nilai rata-rata  (NR2) = 360 : 4           (4 bidang di atas) = 360/4 = 90

  1. Kemampuan Dasar Anak

Jumlah hasil tes (Zn)  : 4 = Kemampuan Dasar Anak

Misalnya:

Jumlah hasil tes seorang anak  = 250

Maka nilai rata-rata ( NR2) tes  250 : 4  = 62,5

Kemampuan anak = 62,5 / 90 X 100 = 69,4  dibulatkan ke atas menjadi 70, maka nilai yang diperoleh anak = 70  ( lihat tabel pengelompokan)

Diagnosa : Anak tersebut dikategorikan “ Lambat Belajar

 

TABEL PENGELOMPOKAN KEMAMPUAN DASAR ANAK ( KDA)

 

NO

NILAI   KDA

DIAGNOSA

KETERANGAN

1 KDA  < – 100 Kemampuan di atas normal Mempunyai kemampuan dasar yang sangat baik, dan bisa dikembangkan  di sekolah reguler. Akan lebih baik bila diberikan layanan dan bimbingan khusus.
2 KDA 99 – 70 Kemampuan dasar berada pada taraf normal Mempunyai kemampuan dasar yang baik, dan bisa dikembangkan di sekolah reguler / onklusi. Akan lebih meningkat bila diberikan layanan / bimbingan khusus.
3 KDA 69 – 40 Kemampuan dasar mengalami keterlambatan, sehingga ada kecendrungan lambat belajar namun masih dapat dikembangkan melalui latihan. Kemampuan dasar yang terbatas, dan memerlukan layanan/ latihan khusus untuk meningkatkan dan mengembangkan fungsi-fungsi dasar kemampuan  melalui PPI, serta bimbingan khusus. Sebagai langkah pengembangan dapat mengikuti pendidikan khusus / sekolah khusus, atau sekolaj SPI  (lambat belajar).
4 KDA 39 – 10 Kemampuan Dasar terbatas, sehingga pengembangan akademik dibatasi pada hal-hal yang praktis sebagai penunjang kehidupan sehari-hari. Untuk menunjang kemampuan dan meningkatkan tumbuh kembang, perlu latihan-latihan pengembangan dasar. Pra akademik, komunikasi dan bahasa, serta sosialisasi. Sebagai upaya pengembangan dapat mengikuti pendidikan di sekolah khusus (pendidikan khusus) atau mampu latih
5 KDA – < 09 Kemampuan dasar yang sangat terbatas, sehingga sulit dikembangkan. Namun masih dapat diberikan stimulasi positif untuk menjaga kondisi fisik, dan psikologis. Perlu rawat Dengan kemampuan yang sangat terbatas, maka layanan  dilakukan berupa perawatan, komunikasi sederhana, kasih sayang, sentuhan-sentuhan, atau stimulasi dapat dilakukan untuk melancarkan darah, merangsang syaraf, dan pertumbuhan otot. Diperlukan perawat khusus apabila orang tua sibuk bekerja.

 

Contoh Kasus (1) :

Seorang anak memperoleh jumlah nilai hasil tes keseluruhan  (Zn) 186. Jumlah hasil tes  (Zn) : 4  =  186 : 4  = 46,5

Kemampuan Dasar Anak ( KDA)  = 46,5 ( dibulatkan menjadi : 47)

Maka nilai KDA = 47 (lihat tabel pengelompokan)

Diagnosa : Lambat Belajar

 

Catatan:

Kemampuan Dasar mengalami keterlambatan, sehingga ada kecendrungan lambat belajar, namun masih dapat dikembangkan melalui latihan.

 

Kesimpulan:

Kemampuan Dasar yang terbatas, dan memerlukan layanan / latihan khususuntuk meningkatkan dan mengembangkan fungsi-fungsi dasar kemampuan melalui PPI, serta bimbingan khusus.

 

Sebagai langkah pengembangan:  Dapat mengikuti pendidikan khusus / sekolah khusus, atau sekolah Spi / Pendidikan inklusi.

 

Contoh Kasus (2):

Seorang anak memperoleh nilai hasil tes keseluruhan  (Zn) 68

Jumlah hasil tes (Zn) : 4 = 68 : 4 = 17

Kemampuan Dasar Anak  ( KDA) = 17

Maka nilai KDA = 17 ( lihat tabel pengelompokan)

Diagnosa : Mampu Latih

 

Catatan:

Kemampuan Dasar terbatas, sehingga pengembangan akademik dibatasi pada hal-hal yang praktis sebagai penunjang kehidupan sehari-hari.

 

Kesimpulan:

Untuk menunjang kemampuan dan meningkatkan tumbuh kembang, perlu latihan  pengembangan dasar Pra akademik,  komunikasi dan bahasa, serta sosialisasi.

Sebagai upaya pengembangan dapat mengikuti pendidikan di sekolah khusus (Pendidikan Khusus) dengan progran inti  ADL dan Pra Akademik.

 

Apabila tes yang dilakukan waktunya tidak cukup, maka dianjurkan dilakukan tes lanjutan maksimal 3 kali pertemuan diharapkan seluruh materi tes dapat dilaksanakan.

                                           (Dikutip dari: Drs. Tarmansyah, Spth, M.Pd, SNE Dosen UNP Padang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ALAT IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

     
                                           
NAMA PAUD                  :                                        
KELAS /ROMBEL          :                                        
TANGGAL                      :                                        
GURU/PENDIDIK          :                                        
                                           

GEJALA YANG DIAMATI

NAMA ANAK YANG DIIDENTIFIKASI (Berdasarkan nomor urut absen)

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
1. Gangguan Penglihatan                                          
a. Tidak mampu melihat                                          
b.Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter       x                                    
c. Kerusakan nyata pada kedua bola mata                                          
d. Sering meraba-raba/ tersandung waktu berjalan                                          
e. Mengalami kesulitan mengambil benda di dekatnya                                          
f. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/ kering                                          
g. Peradangan hebat pada kedua bola mata                                          
h. Mata bergoyang terus                                          

 

                                     
2. Gangguan Pendengaran                                          
a. Tidak mampu mendengar                                          
b. Terlambat Perkembagan bahasa                                          
c. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi                                          
d. Kurang/ tidak tanggap bila diajak bicara                                          
e. Ucapan kata tidak jelas  

                                     
f. Kualitas suara aneh / monoton                                          
g. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar                                          
h. Banyak perhatian terhadap getaran                                          
i. Keluar cairan nanah dari kedua telinga                                          
                                       

 

3. Tunagrahita                                          
a. Penampilan fisik tidak seimbang. Mis. Kepala kecil                                          
b. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia                                          
c. Perkembangan bicara / bahasa terlambat                                          
d. Perhatian terhadap lingkungan kurang (pandangan kosong)                                          
e. Koordinasi geraka kurang                                          
f. Kualitas suara aneh / monoton                                          

 

                                     

GEJALA YANG DIAMATI

NAMA ANAK YANG DIIDENTIFIKASI (Berdasarkan nomor urut absen)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

 
                                           
4. Tunadaksa/ Kelainan Anggota Tubuh / Gerak                                          
a. Anggota gerak tubuh kaku / lemah/lumpuh                                          
b. Kesulitan dalam gerakan(tidak sempurna/ tidak lentur                                          
c. Terdapat bagian tubuh yang tidak lengkap/tidak sempurna                                          
d. Terdapat cacat pada alat gerak                                          
e. Jari tangan kaku, tidak dapat menggenggam                                          
f. Kesulitan pada saat berdiri/ jalan/duduk/ tubuh tidak normal                                          
g. Hiperaktif/ tidak dapat tenang                                          
                                           
                                           
5. Anak Cerdas Istimewa / Berbakat                                          
a. Membaca pada usia lebih muda                                          
b. Memiliki perbendaharaan kata yang lebih luas                                          
c. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat                                          
d. Membaca lebih cepat dan lebih banyak                                          
e. Mempunyai minat yang lebih luas, juga terhadap masalah                                          
    orang dewasa                                          
f. Mempunyai inisiatif dan dapat bekerja sendiri                                          
g. Menunjukkan keaslian (irisinil) dalam ungkapan verbal                                          
h. Memberi jawaban-jawaban yang baik                                          
i. Dapat memberikan banyak gagasan                                          
j. Luwes dalam berpikir                                          
k. Terbuka terhadap rangsangan dari lingkungan                                          
l. Mempunyai pengamatan tajam                                          
m. Dapat berkonsentrasi dalam waktu yang panjang, juga                                          
     dalam hal yang diminati                                          
n. Berpikir kritis, juga terhadap diri sendiri                                          
o. Senang mencoba hal-hal baru                                          
p. Mempunyai daya abstraksi, konseptualisasi, sintesis                                          
    yang tinggi                                          
q. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan                                          
    masalah                                          
r. Cepat menangkap hubungan sebab akibat                                          

GEJALA YANG DIAMATI

NAMA ANAK YANG DIIDENTIFIKASI (Berdasarkan nomor urut absen)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

 
                                           
s. Berperilaku terarah pada tujuan                                          
t. Mempunyai daya imajinasi yang kuat                                          
u. Mempunyai daya ingat yang kuat                                          
v. Tidak cepat puas dengan prestasinya                                          
w. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi)                                          
x. Mengnginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan                                          
y. Mempunyia banyak kegemaran (hobi)                                          
                                           
                                           
6. Lambat Belajar                                          
a. Rata-rata prestasi belajar selalu rendah                                          
b. Dalam menyelaikan tugas akademik sering terlambat                                          
    dibanding teman-temannya.                                          
c. Daya tangkap terhadap pelajaran lambat                                          
d. Pernah tidak naik kelas                                          
    Nilai Standar 3                                          
                                           
7. Kesulitan Belajar                                          
7.1 Kesulitan Membaca (Disleksia)                                          
a. Perkembangan kemampuan mebaca lambat                                          
b. Kemampauan memahami isi bacaan rendah                                          
c. Kalau membaca sering banyak kesalahan                                          
                                         
                                           
7.2 Kesulitan belajar menulis ( Disgrafia)                                          
a. Menyalin tulisan sering terlambat selesai                                          
b. Sering salah menulis huruf b dan p, p dan q, v dengan u                                          
    2 dengan 5, 6 dengan 9.                                          
c. Hasil tulisan jelek tidak terbaca                                          
d. Tulisannya banyak salah/ terbalik/ huruf hilang.                                          
e. Sulit menulis pada kertas tak bergaris.                                          
                                         
                                           
                                           

GEJALA YANG DIAMATI

NAMA SISWA YANG DIIDENTIFIKASI ( Berdasarkan nomor urut absen)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

 
                                           
7.3 Kesulitan Belajar Matematika /berhitung ( Diskalkulia)                                          
a. Sulit membedakan tanda : +, – , x, : , >, <, =.                                          
b. Sulit mengoperasikan hitungan/ bilangan                                          
c. Sering salah membilang secara urut                                          
d. Sering salah membedakan angka 6 dengan 9, 17 dengan71                                          
    2 dengan 5, 3 dengan 8 dan sebagainya.                                          
e. Sulit membedakan bangun-bangun geometri                                          
                                         
                                           
8. Gangguan Komunikasi                                          
a. Sulit menangkap isi pembicaraan orang lain                                          
b. Tidak lancar dalam berbicara/ mengemukakan ide                                          
c. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi                                          
d. Kalau berbicara sering gagap/ gugup                                          
e. Suaranya parau / aneh                                          
f. Tidak fasih mengucapkan kata-kata tertentu/ celat/ cadel.                                          
g. Organ bicaranya tidak normal / sumbing.                                          
                                         
                                           
9. Tunalaras (gangguan perilaku/ emosi)                                          
a. Bersikap membangkang                                          
b. Mudah terangsang emosinya/mudah marah.                                          
c. Sering melakukan tindakan agresif, merusak, mengganggu                                          
d. Sering bertindak melanggar norma sosial, norma hukum,                                          
    norma susila.                                          
                                         
                                           
                                                            
Anak yang disarankan untuk ditindaklanjuti                                          
                    Dilaporkan Tanggal : ……………………………  
                    Guru ,                  
                                           
                                           
                    _____________________________________  
                                           

 

 

 

 

 

 

 

About nagaripetualang

if you want for known to me. you would can that i am is people with ..............

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: